banner image

Jajanan anak yang berbahaya banyak beredar


BARANG BUKTI : Petugas Disperindag menunjukkan beberapa jajanan anak yang diduga mengandung bahan pewarna berbahaya. Makanan tersebut hasil sidak tim gabungan ke beberapa sekolah dasar, kemarin.
BOGOR-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya memutus rantai peredaran zat berbahaya yang dijual bebas di pasaran. Setelah berhasil menyita sekitar 350 kilogram boraks yang beredar di pasar-pasar tradisional, kali ini tim inspeksi mendadak (sidak) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian dan Kantor Ketahan Pangan, memeriksa jajanan siswa di beberapa sekolah dasar.

Sasarannya adalah pedagang yang diduga menjual jajanan menggunakan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil. Kemarin, tim menyisir sejumlah pedagang jajanan di areal sekolah dasar Jalan Pengadilan.

Dari tangan para pedagang, tim menyita beberapa jajanan yang diduga menggunakan zat pewarna berbahaya. Seperti, nugget, jelly, sirup campuran makanan, es kueh, es serut, sosis dan daging asap burger.

Sebagian besar pedagang mengaku tak tahu-menahu soal proses pembuatan makanan dan bahan apa saja yang digunakan, karena dilakukan langsung oleh produsen.

Seperti yang dituturkan Karim (48), pedagang es serut dan es kue dengan warna mencolok. Pria asal Ciamis ini, mengaku, hanya mengambil produk dari produsen di kawasan Citayam. “Tidak tahu pewarna apa dan bahan apa saja yang digunakan, karena saya hanya mengambil dari produsennya,” akunya.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga, mengungkapkan, sidak kali ini adalah tidak lanjut dari hasil penemuan bahan berbahaya boraks awal pekan lalu.

“Diperkirakan pedagang bahan makanan yang menyediakan pewarna tekstil. Jadi tak menutup kemungkinan penggunaannya sudah sampai ke jajanan yang banyak dikonsumsi anak-anak,” kata Sinaga kepada Radar Bogor.

Sidak kali ini memang fokus pada makanan dengan indikasi penggunaan zat pewarna berbahaya atau rhodamine. Ciri-cirinya, warna makanan akan terlihat mencolok. 

“Kita dari ciri-ciri luarnya saja. Kalau komponen dalamnya, akan diperiksa lebih lanjut oleh Dinkes dan Dinas Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Perbekalan Kesehatan dan Pengawasan Obat dan Makanan Dinkes Kota Bogor, Nurhaedah, mengatakan, beberapa contoh sampel jajanan yang akan diteliti antara lain pangan asal hewan seperti sosis dan makanan jadi antara lain sirop campuran es. “Hasil penelitian tersebut baru akan diketahui apakah jajanan itu mengandung boraks atau pewarna berbahaya,” kata Nurhaedah.

Hasil penelitian tersebut, sambungnya, baru akan selesai pekan depan. “Kalau sudah diketahui hasil uji labnya, kami akan melanjutkan penyuluhan kepada pedagang dan produsen,” tandasnya.

Tak hanya sampel makanan dan jajanan yang diduga mengandung boraks dan pewarna berbahaya diteliti, zat pewarna tanpa merek juga ikut disita.(mia)
Jajanan anak yang berbahaya banyak beredar Jajanan anak yang berbahaya banyak beredar Reviewed by ADMIN on 19.57 Rating: 5

Social Networks

Diberdayakan oleh Blogger.